Melampaui Stigma

Updated: Aug 28, 2020

Setiap tanggal 21 April, Indonesia mengenang perjuangan pahlawan wanita, Raden Adjeng Kartini. Ia adalah sosok pejuang yang menaikan derajat perempuan agar setara dengan lelaki.


Pada momentum peringatan hari ini, kita juga harus menyempatkan waktu untuk mengingat pejuang wanita yang mungkin tidak mendapatkan kredit atau ketenaran yang sama.


Secara umum, wanita cenderung berada di latar belakang dan hanya dimanfaatkan sebagai figur kecantikan atau pengasuh. Seringkali bakat, kemampuan, dan pengetahuan mereka dipandang sebelah mata. Ini adalah kenapa wanita seperti Kartini makin di kagumi, menentang tradisi di masanya.



Foto: Kartini, Kardinah, Roekmini (panturapost)

Kardinah, adik dari Kartini, dikenal sebagai tokoh perintis pembangunan sekolah dan rumah sakit di wilayah Tegal dari hasil penjualan buku karyanya. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan masyarakat Tegal masih mengenal jasa Kardinah sampai sekarang.

Dan dari ketiga bersaudara ini, Roekmini memiliki pribadi yang lebih maskulin. Ketertarikannya pada kerajinan kayu dan melukis membuatnya membuka sekolah vokasional atau kejuruan. Karena prestasinya, ia bahkan dipilih menjadi perwakilan Indonesia untuk Kongres Perempuan se-Asia di Lahore, Pakistan pada tahun 1931.


Walau berasal dari keluarga yang tunduk pada adat, ketiga bersaudara ini tidak menyia-nyiakan cita-citanya agar kaum perempuan mendapat hak pendidikan yang sama.


Nyi Ageng Serang 1752-1828 (Museum Merah Putih)

Melawan stigma perempuan Jawa yang lemah adalah sebuah tantangan. Kita tidak akan terkejut kalau mendengar wanita diremehkan saat memerani posisi otoritas.


Nyi Ageng Serang mendobrak stigma ini sebagai putri bangsawan sekaligus pemberontak penjajah dan dipercaya sebagai panglima di medan perang. Ia juga ahli siasat dan strategi, menggunakan taktik kamuflase daun keladi. Bahkan ketika usianya 73 tahun, ia meneruskan perjuangan memimpin pasukan yang diberi nama Laskar Gula Kelapa. She was a badass! A national hero who is almost forgotten, don’t you think?


Apa yang saya lihat dari cerita-cerita ini bukan hanya tentang gender semata tetapi juga Kegigihan (Perseverance). Percaya pada kemampuan mereka sendiri dan memiliki Purpose membuat para wanita ini melampaui ekspetasi dan menjadi sosok yang kuat bagi semua orang.


Hari ini, saya ingin kalian merenungkan seseorang yang Anda kenal secara pribadi. Seseorang yang tetap tekun dan berhasil meskipun menghadapi halangan di depan muka mereka. Apakah iman (faith) yang membuat mereka terus maju? apakah kekuatan? atau hanyalah sekedar keberuntungan (luck)?


Hope you enjoy this read during self-quarantine. Stay safe, stay inspired! :)


Written by: Steph


References:

kumparan.com/panturapost/mengenal-kardinah-adik-kartini-yang-tak-kalah-menginspirasi-1qvl4h2tiAy

liputan6.com/regional/read/2486662/nyi-ageng-serang-panglima-sakti-perang-jawa

republika.co.id/berita/n7tctv17/nyi-ageng-serang-wanita-pejuang

0 comments

Recent Posts

See All