Trending: No Straw Movement

Updated: Feb 8, 2019

Penggunaan sedotan plastik sekali pakai di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Di tengah keprihatinan terhadap masalah limbah plastik yang mengancam bumi dan perairan global, upaya untuk mengurangi penggunaan benda plastik semakin gencar dilakukan, termasuk juga di Indonesia.


Bayangin deh, pemakaian sedotan di Indonesia mencapai 93.244.847 batang per hari (Divers Clean Action’s data). Sedotan itu berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).


Source: lessplastic.co.uk

Divers Clean Action released the #NoStrawMovement. This movement mengajak orang dan pelaku industri to care and realized how dangerous plastic straw to the environment and habitats.


Maybe you think that it is just a plastic straw and it is normal to use them. Tapi kalian tidak tahu bahwa straw yang kalian hanya gunakan 1x perlu waktu lebih dari 100 tahun untuk terurai. Dan remahan plastik atau mikroplastik dari sedotan yang masuk ke lautan akan dimakan binatang laut yang akhirnya akan dikonsumsi manusia.


Kalian bisa menggunakan opsi lain berikut ini:

1. Sedotan dari pati jagung

Source : alibaba.com

Sedotan plastik biasa butuh waktu 40-60 tahun untuk dapat terurai di alam, sedotan avani hanya butuh waktu 180 hari untuk hancur terurai. And because it is made of sari pati jagung, it is safe to be eaten by animals.


2. Sedotan kaca standar laboratorium


source : athome.id

Sedotan ini dipasarkan sepasang dengan sikat bulu sebagai alat pembersihnya. Demi memenuhi keinginan segmen pelanggan yang benar-benar peduli lingkungan, sikat pembersih ini di buat dari bahan alami berupa bulu sapi atau bulu kuda.


3. Sedotan Bambu Buluh


source : bukalapak.com

Sedotan bambu buluh jika dirawat dengan baik (dibersihkan dengan sikatnya dan dikeringkan) minimum bisa bertahan 3-6 bulan. Sedotan ini pun banyak diminati pengelola hotel dan restoran.


4. Sedotan stainless

Source: Instagram @ecotalk.co

Sedotan stainless ini juga menjadi salah satu opsi terbaik untuk reusable straw yang menjadi kebiasaan banyak orang akhir-akhir ini.


“It is not too late to do a simple contribution for our environment and society, save our earth, stop the plastic abuse”

Written by: Brigitta Cheria

Cover image source: duxdine.co.nz

0 comments

Recent Posts

See All